Inalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un

Awal tahun ini adalah awal tahun yang berat buat gw. di awal tahun ini kita baru aja mengalami kejadian yang ga’ kita kira sebelumnya.

Akhir tahun lalu istri gw hamil, berita ini adalah berita yang sangat menggembirakan b uat kita berdua. Kehamilan dan anak adalah dambaan semua pasangan, apalagi buat pasangan baru kayak gw. Kehamilan istri gw ini klo menurut gw sama seperti kehamilan pada umumnya. Morning sickness, unstable emotion & gejala lainnya, tidak ada yang aneh.

Tapi menjelang bulan ke tiga, istri gw sering merasa sedih. bahkan pernah pas ngaca tiba-tiba dia meneteskan air mata. kita sama sekali ga’ punya firasat apa-apa tentang hal ini, karena kita pikir mungkin ini karena bawaan bayi dalam rahim istri gw. Dan karena belum waktunya kontrol ke dokter kita pun tenag-tenag saja di rumah.

Sewaktu datang kontrol di minngu ke 10, berita mengejutkan itu pun tiba. Dokter bilang jantung jabang bayi di rahim istriku tidak ada. kami berdua panik, istri gw langung menangis. kita ga’ tau apa yang harus dilakukan, dokter hanya menenangkan kita dan memberikan obat untuk istri gw. Dia bilang mungkin saja dia salah diagnosis dan menyuruh kita untuk kembali minggu depan. Tapi istriku mempunyai keyakinan bahwa memang janin di dalam rahimnya sudah tidak ada. mungkin itu yang dibilang hubungan anak dan ibu. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan memikirkan cara lain untuk bisa memastikan kejadian ini.

Dalam perjalanan pulang aku dan istriku diam, hujan yang turun malam itu seakan juga mengiringi kesedihan kita. sampai di rumah kami berdua tidak bisa tidur, kami selalu berdoa semoga ada keajaiban yang terjadi. kami berdua mencari informasi tentang dokter mana yang bisa kami jadikan second opinion untuk mencari tahun tentang kejadian ini.

akhirnya besok sore kmai datang lagi ke rumah sakit, mencari dokter spesialis USG untuk bisa memastikan kematian janin & mencari sebabnya. Dan dokter itupun langsung juga mengeluarkan pernyataan yang sama, bahwa janin dalam rahim istriku sudah meninggal dari usia 9 minggu. Tapi semua perkembangan dan ukuran kantong kehamilan normal, jadi mungkin ada sebab lain yang menyebabkan kematian janin tersebut.

Dengan berat hati akhirnya kami menerima berita itu, kami hanya bisa berdoa semoga istriku baik-baik saja dan kami cepat di beri gantinya…. Amien.

Gmon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: